Rabu, 23 Juni 2010

Jangan Takut !!!

Assalamualaikum,

Ada satu nasehat yang menarik yang aku dapat dari seorang saudara yang sudah menganggapku sebagai adiknya. Meskipun dia cerita hal itu berkaitan dengan pekerjaannya, tapi aku mengambilnya sebagai sebuah nasehat dan ku konversikan jadi sebuah prinsip yang harus ku pegang.

Saudaraku itu cerita gini kira kira" Aku, San (Panggilan namaku) separah apapun kondisi kerjaanku, aku gak pernah mau matikan hape. Biarpun kerjaanku belom siap (kebetulan dia kerja sebagai kontraktor bangunan, jadi yang bikin beberapa bangunan) kalo yang punya duit nelpon aku pasti angkat, aku gak mau matiin hape. Kenapa, karena kalo kita angkat, biarpun kerjaan belom siap, terus kita bilang apa adanya, dia paling cuman marah n maki kita aja bilang "….kau (… disensor), ….kau, kok bisa belum siap juga kerjaanmu", udah, paling dia abis maki n marah dia berenti, yang penting dia udah tau kondisinya. Tapi coba kalo kita matiin hape pas kerjaan kita belom siap, dia nelpon kita, tapi gak bisa. Otomatis pasti dia mikir yang lebih parah lagi kan, terus, kita pasti di cap lebih jelek lagi jadinya. Pas dia ketemu ama kita suatu saat, atau pas dia bisa ngubungi kita, dia pasti lebih marah. Dia pasti gak bakal percaya ama kita lagi."

Ya, gitulah kira kira ceritanya dari saudaraku.

Terus, prinsip yang bisa ku ambil dari nasehatnya itu kira kira gini, "Jangan pernah takut menghadapi sesuatu, takut cuman sama Allah SWT & Orang tua aja. Terus, jangan pernah lepas diri dari tanggung jawab kita, seburuk apapun kondisi dari hal yang kita tanggung jawabin itu. Jangan lari dari tanggung jawab. Kalo emang kita yang berbuat, kita harus berani bertanggung jawab. "

Terus , Satu - satunya cara untuk menghilangkan ketakutan adalah dengan "Menghadapinya". kalau kita gak berani menghadapi ketakutan kita, maka kita akan ketakutan selamanya.

Jangan pernah menghindari seseorang atau sesuatu yang kita pasti bakal ketemu atau masih ada urusan dengan orang atau sesuatu itu.

Jangan pernah tidak mau mengangkat telpon, dari siapapun, walaupun itu orang yang kita benci, karena, kita gak tau kebaikan atau rejeki itu datangnya melalui siapa. Belum tentu ketika orang yang kita benci itu nelpon dia bakal marahin, maki,ngancam atau dia bakal lebih bikin kita benci ama dia. Bisa jadi, dia malah menawarkan sebuah kebaikan untuk kita.

Intinya, jangan pernah takut atau lari menghindar. Takut menghadapi seseorang atau sesuatu & lari menghindar dari tanggung jawab atau orang yang kita benci.

Jangan takut,,,,

seandainya Penulis buku La Tahzan bisa ku kasi usulan untuk nulis buku selanjutnya, mungkin aku bakal ngusulin nulis buku yang judulnya "jangan takut".

Wallahu A’lam

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar